Now, I’m 30 yo

•Juni 5, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Gak berasa ya, ternyata sekarang aku sudah kepala 3. Padahal, seperti baru kemarin aku keluar dari pintu gerbang sekolahku waktu SMU. ternyata itu sdh 13 tahun yang lalu. Ada banyak hal spesial di ultahku yang ke-30 ini. Tidak seperti tahun lalu, walau dirayakan, tapi aku berasa hambar. Tahun ini, tanpa perayaan, tapi terasa penuh makna.

Aku teringat dengan kisah Ibu Katak, yang mengajarkan anaknya tentang hujan. Petir dan guntur yang menggelegar dan mengiris langit, angin kencang dan awan gelap yang suram, merupakan tanda datangnya hujan, yang sangat mereka tunggu-tunggu. Begitulah kebahagiaan. Tidak selalu diiringi dengan alunan musik yang merdu. Tidak selalu diiringi oleh bidadari-bidadari canti. Tidak selalu diawali dengan bau yang harum. Namun kebahagiaan seringkali datang setelah kegagalan, kepedihan, ketakutan, dan hal-hal yang tidak enak lainnya. Inilah hidupku. Penuh dengan liku, cobaan dan ujian. Mudah-mudahan, di usiaku yang 30 tahun, aku mulai bisa menapak hidup dengan tenang. Mudah-mudahan, Tuhan meredakan badai kehidupanku. Menggantinya dengan pelangi dan awan yang biru. Meredakan angin kencang ini, menjadi angin sejuk nan sepoi-sepoi. Walau sesekali tentu ada hujan. Karena hari tak selalu cerah. Tapi bukankah tanpa hujan kita juga tak bisa hidup ?

Ultahku kali ini, tanpa ada perayaan, tanpa nyanyian, tanpa berkumpul dengan siapapun. Ultah yang mungkin terdengar sendu dan kelabu. Tapi tidak bagiku. Di hari ulang tahunku kali ini, aku merenungi banyak hal. Aku menyadari banyak hal. Dan aku belajar banyak hal.

Ini adalah episode ke-3 dalam dasawarsa hidupku. Targetku adalah sebuah kebebasan finansial di usiaku 30 tahun. Memang hari ini belum tercapai, tapi semoga ini adalah langkah awal tercapainya impian itu. Karena di usia 40 tahun, aku ingin lebih dekat dengan-Nya. Aku ingin lebih banyak berpikir dan melakukan ibadah. Bukan lagi urusan duniawi.

Happy Birthday To Me…

Bintang Semu

•Juni 5, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kau adalah bintang semu dalam kehidupanku. Kau bersinar bukan untukku. Kau berkedip dengan indah untuk kupandangi, namun terlalu jauh untuk bisa kurengkuh. Hari ini, kusadari semuanya. Bahwa kamu, memang bukan bintang untukku.

Tuhan menciptakan berjuta bintang. Dan pastilah salah satunya adalah untukku. Walau aku pernah bersikeras, bahwa kau harus jadi bintangku, namun hari ini, aku dengan ikhlas melepasmu. Biarlah aku tetap bisa memandangmu. Bintang bagi semua orang. Hingga aku akan temukan, satu bintang yang memang hanya untukku. Bintang milikku, dan hanya milikku. Bintang yang mengerti aku, dan bersinar untukku. Memanduku, tersenyum padaku, dan menunjukkan padaku, arah dan arti sebuah kata pulang.

Pergilah bintang, tidak akan ada lagi paksaan. Aku lepas kau dengan penuh senyum dan kerelaan.

Puisi Cahaya Bulan

•Juni 5, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Malam ini, tiba-tiba saja aku teringat pada sebuah film yang sangat berkesan bagiku. GIE. Dan aku sangat menyukai puisi ini.

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa

Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Apakah kau masih selembut dahulu

Memintaku minum susu dan tidur yang lelap

Sambil membenarkan letak leher kemejaku

 

Kabut tipispun turun pelan-pelan di lembah kasih

Lembah Pandalawangi

Kau dan aku tegak berdiri

Melihat hutan-hutan yang menjadi suram

Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

 

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu?

Ketika ku dekap, kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat

Apakah kau masih akan berkata

Kudengar detak jantungmu

Kita begitu berbeda dalam semua

Kecuali dalam cinta

 

Cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan

Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu

Bagai letusan berapi, bangunkanku dari mimpi

Sudah waktunya berdiri

mencari jawaban kegelisahan hati

Hal Tersulit Dalam “Jatuh”

•Juni 5, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jatuh, Bangkrut, Pailit, Rugi, Kegagalan, apapun itu namanya, tentu berasa tidak enak bagi siapapun yang mengalaminya. Tapi tentu saja, saya yakin, bahwa semua orang pasti pernah mengalaminya. Karena itu adalah bagian dari kehidupan. Apa sih yang paling nggak enak, yang paling menyebalkan, dan yang paling sulit untuk kita hadapi dalam kejatuhan, kebangkrutan, kegagalan dan kepailitan kita ?

Bagi saya, hal paling sulit yang harus saya hadapi saat mengalami sebuah kegagalan, adalah kenyataan bahwa banyak orang meninggalkan kita saat kita sedang jatuh. Kenyataan pahit yang harus kita terima, bahwa banyak orang berkumpul, bersilaturahmi, baik, akrab, hanya saat kita sedang berada di atas. Ibarat pepatah, ada gula ada semut. Sakit rasanya saat kita melihat orang-orang yang mungkin selama ini kita anggap teman, sahabat, atau bahkan kerabat, meninggalkan kita, justru di saat kita sedang membutuhkan banyak dukungan.

Belum lagi kalau mereka tidak sekedar meninggalkan kita. Banyak di antara mereka yang memberi kita bonus. Apa itu ? Bonus cemoohan, cibiran, dan hal-hal menyakitkan lainnya. Tapi haruskah kita bersedih, meraung-raung, meratap ? TIDAK.  Semua adalah kenyataan yang harus kita hadapi.  Dan dariinilah kita akan jadi makin kuat, makin pintar, dan makin semangat. Dari ini pula, kita akan tahu mana orang yang benar-benar ada bersama kita saat kita terjatuh. Ini adalah proses seleksi alam. Proses alamiah yang akan membantu kita. Kita tidak bisa percaya kata-kata ataupun janji. Tapi bukti nyata inilah yang akan menunjukkan sendiri pada kita. Kenyataan yang akan menyuarakan kata-katanya.

Jadi, untuk teman-temanku yang sedang terjatuh, gagal, atau sedang berada di posisi terbawah sekalipun, jangan menyerah. Tetaplah bersemangat. Karena roda memang berputar. Jadi janganlah takut. Sesekali di bawah dan sesekali di atas. Itu sudah hal yang wajar. Semangat !!!

Ziarah Ke Banten Lama

•Mei 10, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tanggal 7 Mei 2011, aku dan rekan-rekan melakukan ziarah ke pemakaman Banten. Bukan untuk apa-apa sih, sekedar ingin tahu tempat peziarahan yang banyak dibicarakan orang, dan ku pikir, apa salahnya berziarah sambil napak tilas.

Sampai di tempat, suasana tidak terlalu ramai, karena kami memang sengaja mengambil waktu di hari Sabtu, malam Minggu. Kebanyakan orang lagi ngapel, nge-date, dll. Kami malah ziarah. Kelihatan banget kalo jomblo.

Areanya cukup luas, penuh penjual di sepanjang jalan, ada museum, dan nuansanya mengingatkan saya pada nuansa di kawasan Borobudur. Dan seperti di tempat-tempat ziarah pada umumnya, ada beberapa hal yang membuatku sedih. Satu, kondisi kurang terawat, bahkan nuansa budayanya sudah banyak luntur. Bahkan tanah pemakaman sudah dipasang keramik semua. Tempat juga jadi kurang bersih. Bahkan tempat wudhu penuh lumpur. Katanya kebersihan adalah sebagian dari iman ? Kedua, banyak pengemis yang membuat nuansa kerohanian yang seharusnya didapat di sini, malah berubah jadi nuansa pasar yang penuh penjual dan peminta-minta. Ketiga, banyak orang salah niat. Datang ziarah untuk minta “sesuatu”. Ini yang membuat banyak orang jadi memandang miring pada orang yang berziarah.

Di sana aku bertemu dan berbincang-bincang dengan salah satu keturunan Kerajaan Banten. Alhamdulillah dapat beberapa masukan. Aku sih tidak melihat siapa yang berbicara, tapi lebih kepada apa yang dia sampaikan. Karena memang aku tipe orang yang tidak terlalu suka diikat oleh sebuah figur, atau mendewakan sebuah sosok figur. Dan hasil perbincangan kami inilah yang ingin aku share dengan teman-teman semua. Mudah-mudahan bermanfaat bagi teman-teman.

Satu, banyak orang datang ziarah dengan niat macam-macam, dan meminta sesuatu pada makam tsb. Padahal meminta, haruslah pada Tuhan. Karena Dia-lah yang Maha Menentukan, Maha Memutuskan, dan Maha Memberi.

Dua, orang tersebut menyampaikan, bahwa orang kalau sudah pernah makan apel, maka tidak akan sulit untuk makan apel lagi. Maksudnya, kalau kita sudah pernah sukses, tidak akan sulit untuk meraih sukses lagi. Jadi jangan takut dengan kemunduran usaha, ataupun sebuah kegagalan.

Tiga, jadilah seorang insan kamil, seperti  Nabi Sulaiman. Dalam sebuah kisah, setan bertanya pada Nabi Sulaiman. Setan penasaran melihat Nabi Sulaiman makin kaya, tapi makin dekat dengan Tuhan. Sedangkan kebanyakan manusia, makin kaya, akan makin jauh dengan Tuhannya. Nabi Sulaiman menjawab “Semua kekayaan ini adalah karena kebesaran Tuhanku.”. Jadi Nabi Sulaiman tidak merasa memiliki semua kekayaan itu. Semua itu ada, milik Tuhan, dan diberikan pada dia untuk dia gunakan. Tapi Nabi Sulaiman tidak pernah lupa, bahwa semua itu ada, dan dapat dia gunakan, hanya karena kebesaran Tuhan yang mengijinkan dia memakainya, bukan memilikinya. Jadi semua yang ada adalah milik-Nya, jadi kita sebagai manusia jangan lupa, teruslah bersyukur, merawat sebaik-baiknya, dan jalani saja.

Empat, banyak manusia salah karena terlalu berpikiran Haqul Milik, bukan Haqul Manfaat. Ibaratnya saya punya pohon Mangga. Kalau saya berpikir itu adalah haqul manfaat, dimana saya hanya berhak untuk mengambil manfaatnya, bukan memilikinya, maka saya akan merawatnya baik-baik, agar saya bisa dapat hasilnya. Sampai pohon itu benar-benar mati. Tapi kalau saya menganggap itu adalah haqul milik, maka sewaktu-waktu saya sudah bosan, atau saya menemukan pohon lain yang lebih bagus, saya akan menebang dan membuangnya. Toh itu haqul milik saya. Sama seperti orang memandang istri. Kalau itu adalah haqul manfaat yang diberikan oleh Tuhan, Insya Allah, seorang suami akan menjaga dan merawat istrinya dengan baik. Karena itu adalah titipan dari Tuhan, untuk dia ambil manfaatnya sbg seorang istri. Tapi karena banyak orang menganggap dia adalah haqul milik dia, maka setelah dia bosan, dia akan membuangnya. He…he…he…

Hal ini sangat berkesan buat saya. Saya jadi berpikir, bahwa saya pun harus memandang semua yang saya punya sebagai haqul manfaat. Harta, kesuksesan, kedudukan, termasuk istri (nantinya). Jadi kita juga harus siap kalau sewaktu-waktu semua itu dikurangi, atau bahkan diambil dari kita. Toh itu bukan haqul milik kita, hanya haqul manfaat. Dan kalau semua itu dikurangi atau diambil sekaligus, kita harus introspeksi diri, mungkin kita kurang merawat, sehingga yang menitipkan semua itu pada kita mengambilnya sebagian, atau bahkan semuanya sekaligus.

Terakhir beliau berpesan, janganlah kamu terlalu mencintai kesuksesan, karena di depan kesuksesan akan ada kegagalan. Dan janganlah kamu terlalu membenci kegagalan, karena di depan kegagalan ada kesuksesan. Kegagalan dan kesuksesan adalah sepasang pengantin nasib, yang memang tidak akan bisa dipisahkan. Ada masanya untuk sukses dan akan ada masanya untuk gagal. Semua itu sudah hal yang lumrah. Seperti siang dan malam, baik dan buruk, panjang dan pendek. Semua itu sudah diciptakan Tuhan berpasang-pasangan. Jadi kenapa harus takut ? Kita tidak bisa menghindari malam, untuk menuntut agar kita selalu alami siang hari. Mungkin orang berpikir, malam adalah waktu yang tidak produktif. Tapi malam memang diciptakan agar kita bisa beristirahat. Sudah kodratnya begitu. Walaupun pada kenyataannya, banyak orang bekerja di malam hari. Nah, anggap saja kegagalan, atau kemunduran kita sebagai sebuah masa, dimana Tuhan ingin kita beristirahat sejenak. Beristirahat dari kesuksesan, dari kesibukan, agar kita tidak over load, atau membuat kita menjadi lebih kuat dan segar, dengan ide dan kehidupan baru nantinya.

Semoga Tuhan memberikan petunjuk-Nya, agar kita semakin bijak dan dewasa memandang arti kehidupan.

Anda Butuh Penghasilan ???

•Mei 10, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Semua orang tentu akan menjawab “Ya”. Saya teringat dengan sebuah buku yang ditulis oleh Robert T. Kiyosaki berjudul “Business School”. Saya menyukai 1 hal yang terus ternging-ngiang dan berdengung di hati dan pikiran saya.  Saya tidak ingat tepatnya seperti apa, karena saya hanya membaca sekilas saat sedang berada di rumah teman untuk berdiskusi tentang sesuatu hal. Intinya adalah “Orang-orang terkaya di dunia menghabiskan waktu mereka untuk membuat jaringan atau relasi. Sementara orang-orang bekerja/karyawan menghabiskan waktu mereka untuk di tempat kerja”.

Jadi saya berpikir, benar kata orang. Kalo mo kaya, jadilah pengusaha. Kalo mo aman, jadilah karyawan. Saya mengalami banyak hal buruk, termasuk keterpurukan ekonomi. Tapi saya berpikir, kalo saya kembali jadi karyawan, maka harus berapa puluh tahun untuk saya bangkit dan pulih dari keterpurukan ekonomi ini? Dan setelah sharing dengan banyak teman, semua pun mendukung untuk tetap berjuang sebagai entrepreneur, walo memang berdarah-darah.

Suatu saat saya berbincang-bincang dengan teman. Dan dia sedikit sharing. Bahwa dalam menjalankan sebuah bisnis, ada yang belajar dulu, baru berhasil. Ada yang berhasil dulu, baru belajar. Apa maksudnya ? Saat kita memulai sebuah bisnis, ada yang harus mengalami banyak kesulitan dulu, banyak rintangan, halangan dan hambatan di awal perjalanan. Sampai pelan-pelan keadaan bisa pulih dan dia bisa berkembang. Ini adalah proses belajar dulu, baru hasil. Nah, tapi ada yang alami seperti saya. Di awal sangat mudah. Gak ada hambatan. Tapi di tengah-tengah, kita seolah kehabisan bahan bakar. Inilah yang dimaksud dengan hasil dulu, baru belajar. Dapat hasil, baru ada cobaan-cobaan agar kita belajar menghadapi dan menyelesaikannya. Mudah-mudahan semua dimudahkan oleh-Nya. Amin… Jadi untuk teman-temanku semua, jangan menyerah saat halangan dan hambatan datang. Teruslah berjuang dan terjang. Insya Allah kita akan dapat hasilnya. Bismillah aja.

Sekarang saya menemukan sebuah bisnis baru, yang relative mudah untuk dijalankan, tidak butuh investasi yang besar, dan sangat menyenangkan untuk dijalankan. ORIFLAME. Memang saya baru bergabung. Dan belum tahu berhasil atau tidaknya. Tapi dengan Bismillah, Insya Allah akan berhasil. Semangat….

Kunci Kesuksesan

•April 12, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ada beberapa kunci kesuksesan yang saya temukan dari pengalaman, baik saya pribadi, maupun teman-teman. Dari sekedar berbincang tentang pengalaman, saling memberikan semangat dan motivasi, dan keinginan untuk berbagi. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

1. Hindari 3D. Dongkol, menyalahkan sesuatu, atau seseorang atas kegagaln kita, merasa sebel dan bete pada diri kita sendiri, nasib, takdir, dan lain-lain. Dengki, iri dengan keberhasilan orang lain. Boleh iri, tapi iri dalam arti positif. Ingin ikut sukses, ingin seperti orang lain yang berhasil. Dendam, kemarahan dan kebencian yang kita pendam. Pada sesuatu, seseorang, dan yang paling sulit adalah masa lalu. Seperti kata Seno Gumirang, berdamailah dengan masa lalumu…. (Thx to Bintang for this success key).

2. Yakinlah bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Semua akan mungkin jika kita berusaha.

3. Berani bermimpi. Karena tanpa mimpi, tak akan ada keinginan. Tanpa keinginan, tak akan ada niat dan motif untuk melakukan sesuatu. No Action = Nothing alias Nihil.

4. Seperti manusia membuat gembok, pasti lengkap dengan kuncinya. Begitupun Tuhan. Dia menciptakan permasalahan, lengkap dengan jalan keluarnya. SO, temukan solusi dari setiap permasalahan yang ada, jangan menyerah, dan raihlah kesuksesanmu.

Think BIG if you wanna be BIG

Nikahilah

•April 12, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku tersenyum kecil membaca sebuah hadits.

Nikahilah perempuan karena empat perkara. Hartanya, keturunannya, kecantikannya atau agamanya. Oleh karena itu carilah perempuan yang mempunyai agama (karena kalau tidak) binasalah dua tanganmu.(HR. Bukhari dan Muslim).

Bagiku, kau punya ke-empat kategori itu. He..he..he..

Filsafat Permen Karet

•April 12, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bagiku, kebahagiaan itu seringkali seperti permen karet. Terasa sangat manis di awal, dan kita begitu suka utk mengecapnya. Namun setelah lama mengecap kebahagiaan itu, rasanya akan semakin hambar. Dan hal yang paling menyedihkan, adalah saat rasa itu sudah tidak ada. Pada akhirnya kita dihadapkan pada 2 pilihan besar, yg sama-sama tidak enak. Satu, haruskah kita membuang permen karet itu, karena rasanya sudah hambar. Atau pilihan kedua, kita tetap berusaha untuk mengecapnya, walau sudah tidak ada rasa, atau bahkan semakin lama semakin membuat kita mual dan terasa memuakkan, karena tak ada lagi rasa, bahkan bercampur dg semua kotoran dan bau mulut kita. Lalu dimanakah kebahagiaan sejati? Kebahagiaan yang tidak pernah luntur. Kebahagiaan yg tidak berbatas. Yang tidak akan pernah membuat kita untuk memilih, tetap mengecapnya walau hambar dan bahkan memuakkan, atau merelakan untuk meludahkan dan membuangnya.

Berapa banyak orang yang berusaha memaksakan diri untuk tetap mengunyah kebahagiaan dan sebuah kebersamaan. walau rasanya sudah sangat hambar. bahkan beberapa membuat mereka muak, membuat mereka menderita, dan dikekang oleh rasa tidak nyaman. Berapa banyak orang berusaha mempertahankan kebahagiaan, dan kebersamaan, tidak rela untuk membuangnya, karena mereka takut, tidak ikhlas, dan tidak ingin kehilangan.

Tapi bagiku, ikuti saja semuanya. Kunyah dan kecaplah selagi bisa. Jika memang Tuhan ingin kita membuangnya, maka kita harus ikhlas melepas kebahagiaan itu, ataupun sebuah kebersamaan. Jika memang itu yang Tuhan inginkan, Tuhan pasti akan menggantinya dengan permen karet yang baru. Kebahagiaan dan kebersamaan yang baru, yang mungkin lebih manis. Tapi satu hal kita harus tahu, bahwa kebahagiaan hakiki, hanyalah dari-Nya. Jadi, kejarlah bahagia dunia semampu kita. Tapi tidak perlu menuntut kebahagiaan yang sempurna. Syukuri saja. Karena memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Kebahagiaan dunia hanyalah kebahagiaan permen karet. Kebersamaan di dunia hanyalah kebersamaan permen karet. Kejarlah akhiratmu. Karena itulah yang kekal. Kebahagiaan, dan kebersamaan di akhiratlah, yang kekal, untuk selama-lamanya. Dan bukankah dunia memang diciptakan sebagai tempat ujian? Jadi kalau kita bahagia di dunia, maka itu adalah sebuah bonus dari Tuhan yang harus disyukuri dan dijaga. Karena itu bonus di sebuah alam, yang merupakan tempat ujian bagi kita.

Dimana Letak Roh?

•April 12, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tiba-tiba saja aku berpikir, dimanakah letak roh ?

Apakah di jantung, karena saat jantung tidak lagi berdetak, maka kita dianggap mati ?

Apakah di nadi leher, karena seperti di film-film, melihat orang masih hidup atau sudah mati dengan menyentuh nadi di lehernya. Bahkan orang menyembelih hewan juga dari nadi lehernya.

Apakah di darah, karena saat oksigen tidak lagi dapat ditangkap darah, maka kita akan mati. Bagian terbesar dalam tubuh kita adalah cairan, dan bukankah itu darah ? Manusia tahan untuk tidak makan berhari-hari, tapi tidak tahan untuk tidak minum berhari-hari. Manusia mati hanya karena kekurangan cairan. Manusia mati jika terlalu banyak mengeluarkan darah. Bukankah jantung, bekerja untuk melayani darah, agar darah dapat terus berkelana dalam tubuh kita ?

Wallahu Alam…

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.